Read more: http://www.uzumaki-popey.com/2013/01/cara-membuat-blog-agar-tidak-bisa-di.html#ixzz2QmnmosON

Rabu, 27 Maret 2013

Anfis Sistem imun dan Hematologi

suport by Metha Gagarin Amd. Kep


ANATOMI FISIOLOGI SISTEM IMUNOLOGI DAN HEMATOLOGI
A.    SISTEM IMUNOLOGI
1.      Pengertian
Imunologi adalah suatu ilmu yang mempelajari antigen, antibodi, dan fungsi pertahanan  tubuh penjamu yang diperantarai oleh sel, terutama berhubungan imunitas terhadap penyakit, reaksi biologis hipersensitif, alergi dan penolakan jaringan.
Sistem imun adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yg terjadi pd autoimunitas dan melawan sel yang teraberasi mjd tumor.
2.      Letak Sistem Imun

3.      Fungsi Sistem Imun
a.       Sumsum
Semua sel sistem kekebalan tubuh berasal dari sel-sel induk dalam sumsum tulang. Sumsum tulang adalah tempat asal sel darah merah, sel darah putih, (termasuk limfosit dan makrofag) dan platelet. Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh juga terdapat di tempat lain.
b.      Thymus
Glandula thymus memproduksi dan mematurasi/mematangkan  T limfosit yang kemudian bergerak  ke jaringan limfatik yang lain,dimana T limfosit dapat berespon terhadap benda asing. Thymus mensekresi 2 hormon thymopoetin dan thymosin yang menstimulasi perkembangan  dan aktivitas T limfosit.
1)      Limfosit T sitotoksik
limfosit yang  berperan  dan imunitas yang diperantarai sel. Sel T sitotoksik memonitor sel di dalam tubuh  dan menjadi aktif  bila menjumpai sel dengan  antigen permukaan yang abnormal. Bila telah aktif sel T sitotoksik  menghancurkan sel abnormal.
2)      Limfosit T helper
Limfosit  yang dapat meningkatkan respon sistem imun  normal. Ketika distimulasi  oleh antigen presenting sel sepeti makrofag, T helper melepas faktor yang  yang menstimulasi  proliferasi sel B limfosit.
3)      Limfosit B
Tipe sel darah putih ,atau leukosit  penting untuk imunitas yang diperantarai antibodi/humoral. Ketika  di stimulasi  oleh antigen spesifik limfosit B akan  berubah menjadi sel memori dan sel plasma  yang  memproduksi antibodi.
4)      Sel plasma
Klon limfosit  dari sel B yang terstimulasi. Plasma sel berbeda dari limfosit lain ,memiliki  retikulum endoplamik kasar dalam jumlah yang banyak ,aktif memproduksi antibodi
c.       Getah Bening
Kelenjar getah bening berbentuk kacang kecil terbaring di sepanjang perjalanan limfatik. Terkumpul dalam situs tertentu seperti leher, axillae, selangkangan, dan para- aorta daerah.
d.      Nodus limfatikus
Nodus limfatikus  (limfonodi) terletak sepanjang  sistem limfatik. Nodus limfatikus mengandung limfosit dalam jumlah banyak  dan makrofag yang berperan melawan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. Limfe bergerak melalui sinus,sel fagosit menghilangkan benda asing. Pusat germinal merupakan produksi  limfosit.
e.       Tonsil
Tonsil adalah sekumpulan besar limfonodi terletak pada rongga mulut dan nasofaring. Tiga kelompok  tonsil adalah tonsil palatine, tonsil lingual dan tonsil pharyngeal.
f.       Limpa/ Spleen
Limpa mendeteksi dan merespon terhadap benda asing dalam darah ,merusak eritrosit tua dan sebagai penyimpan darah. Parenkim limpa terdiri dari 2 tipe jaringan: pulpa merah dan pulpa putih
1)      Pulpa merah  terdiri dari sinus  dan di dalamnya terisi eritrosit
2)      Pulpa putih terdiri limfosit dan makrofag
Benda asing di dalam darah yang  melalui pulpa putih dapat menstimulasi limfosit .
4.      Mekanisme Pertahanan
a.       Mekanisme Pertahanan Non Spesifik
Dilihat dari caranya diperoleh, mekanisme pertahanan non spesifik disebut juga respons imun alamiah. Terdiri dari kulit dan kelenjarnya, lapisan mukosa dan enzimnya, serta kelenjar lain beserta enzimnya, contoh kelenjar air mata. Kulit dan silia merupakan system pertahan tubuh terluar.
Demikian pula sel fagosit (sel makrofag, monosit, polimorfonuklear) dan komplemen merupakan komponen mekanisme pertahanan non spesifik.
b.      Mekanisme Pertahanan Spesifik
Bila pertahanan non spesifik belum dapat mengatasi invasi mikroorganisme, maka imunitas spesifik akan terangsang.  Mekanisme pertahanan spesifik adalah mekanisme pertahanan yg diperankan oleh limfosit, dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya seperti sel makrofag dan komplemen. Dilihat dari cara diperolehnya, mekanisme pertahanan spesifik disebut juga sebagai respons imun didapat.
1)      Imunitas humoral adalah imunitas yg diperankan oleh limfosit B dengan atau tanpa bantuan dari imunokompeten lainnya. Tugas sel B akan dilaksanakan oleh imunoglobulin yg disekresi oleh plasma. Terdapat 5 kelas imunoglobulin yg kita kenal, yaitu IgG, IgM, IgA, IgD, dan IgE.
Pembagian Antibody (Imunoglobulin)
Antibodi (antibody,  gamma globulin)adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut. Pembagian Immunglobulin.
a)      Antibodi A (Immunoglobulin A, IgA) adalah antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas mukosis.
b)      Antibodi D (Immunoglobulin D, IgD) adalah sebuah monomer dengan fragmen yang dapat mengikat 2 epitop.
c)      Antibodi E (antibody E, immunoglobulin E, IgE) adalah jenis antibodi yang hanya dapat ditemukan pada mamalia.
d)     Antibodi G (Immunoglobulin G, IgG) adalah antibodi monomeris yang terbentuk dari dua rantai berat dan rantai ringan, yang saling mengikat dengan ikatan disulfida, dan mempunyai dua fragmen antigen-binding.
e)      Antibodi M (Immunoglobulin M, IgM,  macroglobulin)adalah antibodi dasar yang berada pada plasma B.
2)      Imunitas seluler didefinisikan sbg suatu respon imun terhadap suatu antigen yg diperankan oleh limfosit T dg atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya.
B.     SISTEM HEMATOLOGI
1.      Pengertian
Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yg mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya.
Hematologi berasal dari bahasa Yunani “haima” yang artinya darah. Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yg diperlukan oleh se-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yg bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.  Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Hematopoisis adalah proses pembentukan darah dan system imun, menghasilkan semua sel darah tubuh, termasuk sel darah unutk pertahanan imunologis. Terjadi di sumsum tulang, dimana sel batang multipotensial memunculkan 5 jenis sel yang berbeda yang dikenal sebagai sel batang unipotensial.

2.      Macam - Macam Darah
a.       Sel darah merah
b.      Sel darah putih
1)      Granulosit
a)      Neutrofil. Merupakan granulosit terbanyak. Fagosit kuat menangkap, mencerna, membuang  benda asing.
b)      Eosinofil merupakan sejenis fagositik yang mengatur respon alergi dan bertahan melawan parasit.
c)      Basofil normalnya bukanlah fagositik tetapi dapat melepaskan histamine dan amin vasoaktif lain pada reaksi alergi akut.
2)      Agranulosit
a)      Limfosit meliputi sel T yang matang di dalam thymus, dan sel B yang mungkin matang di sumsum tulang. Keduanya bertahan melawan antigen.
b)      Monosit. Monosit dibedakan kedalam macrofag yang sangat fagositik. Monosit merupakan sel terbesar dari kelima sel darah putih.
c.       Trombosit (keping darah)
Trombosit melindungi permukaan vascular dan agregasi untuk meningkatkan koagulasi, yang menghentikan kehilangan darah.

DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer & Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta

DOWNLOAD DISINI
ATAU
KLIK DISINI
ANFIS IMUN Metha siap.docx -

0 komentar :

Poskan Komentar

 

Blogger news

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Blogroll

Widget edited by super-bee

About