Read more: http://www.uzumaki-popey.com/2013/01/cara-membuat-blog-agar-tidak-bisa-di.html#ixzz2QmnmosON

Senin, 29 April 2013

askep kolostomi


PERAWATAN COLOSTOMY
Pengertian kolostomi
Kolostomi adalah suatu opeasi untuk membentuk suatu hubungan buatan antara kolon dengan prmukaan kulit pada dinding perut. Hubungan ini dapat bersifat sementara atau menetap selamanya ( Thiodorer Schorock,MD. 1983) Colostomi dapat berupa sekostomi, kolostomi transversum, colostomy sigmoid, sedangkan kolon asenden dan desenden sangat jarang dipergunakan untuk membuat kolostomi karena kedua bagian tersebut terfikir retroperitoneal. Kolostomipada bayi dan anak hamper selalu merupakan tindakan gawat daruat, sedangkan pada oang dewasa merupakan keadaan patologis. Kolostomi pada bayi dan anak biasanya bersifat sementara.
Kolostomi temporer dilakukan untuk dekompresi kolon dan atau mengalihkan aliran feses. Kolostomi permanen dibutuhkan apabila rectum dibuang, biasanya akibat adanya karsinoma. Jenis kolostomi permanen ii merupakan kolostomi ujung dan dilakukan dengan mengeluarkan ujung kolon keluar kulit pasien. Kolostomi yang temporer mungkin merupakan kolostomi ujung, atau merupakan kolostomi lup ( dibut lbang pada sisi lengkung kolon yang dekat degan permukaan kulit)
Kolostomi sigmoid permanen mengeluarkan feses sekali atau 2 kali sehari. Tak diperlukan alat khusus, tetapi kebanyakan pasien memakai kantong plastic untuk mengirigasi kolostomi ujung dengan memasukan kateter dengan ujung konikal yang tela dilumasi secara berhati-hati dan memasukan air 500 ml setiap kali. Air dialirkan dengan gaya gravitasi dengan menenpatkan reservoir  air pada setinggi bahu. Irigasi sebaiknya tak dilakukan sebelum 1 minggi sesudah operasi (alas an dilakukan 1 minggu karena pengaruh anastesi yang digunakan,yaitu anastesi umum). Kebanyakan pasien dapat makan segala makanan yang mereka sukai seperti keadaan semula. Kolostomi tak memerlukan  dilatasi.
Banyak komplikasi akibat kolostomi serupa dengan komplikasi akaibat ileustomi, misalanya stenosis dan prolapsus. Pasien yang sudah lanjut usia dan jaringannya sudah lemah sering mengalami hernia paracolostomi. (Thiodorer Schorock,MD. 1983).
Fungsi kolostomi akan mulai tampak pada hari ke-3 sampai hari ke-6 pasca operasi. Perawat menangani kolostomi sampai pasien dapat mengambil  alih perawatan ini. Perawatan kulit harus diajarkan bersamaan dengan bagaimana menetapkan drainase kantong dan melaksanakan irigasi.
Perawatan kulit.
Rabas efluen akan bervariasi sesuai dengan tipe colostomi. Pada colostomy transversal, terdapat feses lunak dan berlendir yang mengiritasi kulit. Pada kolostomi desenden atau kolostomi sigmoid, feses agak padat dan sedikit mrngiritasi kulit. Pasien dianjurkan melindungi kulit peristoma dengan sering mencuci area tersebut menggunakan sabun ringan, memberikan barier kulit protektif disekitar stoma (lubang yang dibuat dalam koslostomi), dan mengamankananya dngan melekatkan kantong drainase.  bedak nistatin (myostatin) dapat ditebrkan sedikt pada kulit peristoma bila terdapat iritasi atau pertumbuhan jamur.
Kulit dibersihkan dengan perlahan menggunakan sabun ringan dan waslap lembab serta lembut.Adanya kelebihan barier kulit dibersihkan. Sabun bertindak sebagai agen abrasi untuk mengangkat residu enzim dari tetesan fekal selama kulit dibersihkan, Kasa dapat digunakan untuk menutupi stoma atau tamfon vagina dapat dimasukkan dengan perlahan untuk mengabsorbsi kelebihan drainase.
Memasang kantong drainase.
Stoma diukur untuk menentukan ukuran kantong yang tepat. Lubang kantong harus sekitar 0,3cm lebih besar dari stoma.Kulit dibersihkan sesuai prosedur.Barier kulit peristoma dipasang kantong kemudian dipasang dengan menekan diatas stoma sekitar 30 detik. Iritasi kulit ringan memerlukan tebaran bedak karaya pada kulit atau bedak stomahesif sebelum kantong dilekatkan.
Mengirigasi kolostomi.
Stoma pada abdomen tidak mempunyai otot control volunter sehingga mengosongannya dapat terjadi pada interval waktu yang tidak teratur. Pengaturan pasase materi vekal dicapai dengan irigasi kolostomi atau membiarkan usus mengevakuasi secara alami tanpa irigasi. Pilihan sering tergantung pada individu dan sifat dari kolostomi.
Tujuan pengirigasian kolostomi untuk mengosongkan kolon dari gas, mucus, dan feses sehingga pasien dapat menjalankan aktifitas social dan bisnis tanpa rasa takut terjadi drainase fekal.Dengan mengirigasi stoma pada waktu yang teratur, terdapat sedikit gas dan retensi cairan pengirigasi.
Waktu untuk mengirigasi kolostomi harus konsisten dengan jadwal individu, setelah pasien meninggalkan rumah sakit.
Cara mengirigasi kolostomi :
1.      Pasang pengalas irigasi di stoma. Tempatkan ujung pispot
Rasional : Ini membantu untuk mengontrol bau, mendorong dan memungkinkan feses dan air mengalir secara langsung ke dalam pispot.
2.      Masukkan cairan dalam selang dan biarkan mengalir
Rasional : Gelembung air dalam alat dilepaskan sehingga udara tidaka masuk ke dalam kolon, yang akan menyebabkan nyeri kram.
3.      Lumasi kateter atau selang dan masukkan dengan perlahan ke dalam stoma. Pemasukkan kateter tidak lebih dari 8cm.Pegang selang dengan perlahan,tetapi kuat, terhadap stoma untuk mencegah air mengalir balik.
Rasional : Langkah ini perlu untuk mencegah perforasi usus .
4.      Bila kateter sulit masuk,biarkan air tetap mengalir dengan perlahan sementara kateter  terus dimasukkan jangan pernah memasukkan kateter secara paksa
Rasional : Kecepatan lambat aliran membantu merelaksasikan usus dan memudahkan pasase kateter.
5.      Alirkan air hangat masuk ke dalam kolon dengan perlahan.Apabila terjadi kram, klem selang dan biarkan pasien beristirahat.Air harus mengalir dalam waktu 5-10 menit
Rasional : Kram yang nyeri biasanya disebsbkan oleh aliran terlalu cepat atau terlalu banyak larutan.Mungkin hanya 300 cc cairanyang diperlukan untuk merangsang evakuasi. Selanjutnya volume untuk irigasi dapat ditingkatkan sampai 500,1000, atau 1500 cc sesuai kebutuhan pasien untuk hasil yang efektif.
6.      Pegang selang ditempatnya dalam waktu10 detik setelah air dimasukkan; kemudian dengan perlahan angkat.
7.      Biarkan 10-15 menit agar seluruh isinya keluar; kemudian keringkan dasar pengalas dan lipat ke atas,atau pasang  klem yang tepat pada dasar pengalas.
Rasional : Kebanyakan air, feses, dan flatus dikeluarkan dalam 10-15 menit.
8.      Biarkan pengalas ditempatnya selama kira-kira 30-45 menit sementara pasien duduk dan bergerak.
Rasional : Ambulasi merangsang peritaltik dan mengeluarkan seluruh irigasi.
9.      Bersihkan area dengan sbun ringan dan air; keringkan area tersebut.
Rasional : Pembersihan dan pengeringan memberikan rasa nyaman pada pasien.
10.  Ganti balutan dan kantung kolostomi.
Rasional : Pasien harus menggunakan kantong sampai kolostomi terkontrol dengan baik. Mungkin haya menggunakan balutan.
(Suddart and Brunner. 2002. Hlm 1133-1135)














0 komentar :

Poskan Komentar

 

Blogger news

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Blogroll

Widget edited by super-bee

About